Prof. Wayan ‘Kun’ Adnyana Resmi Jadi Rektor ISI BALI

Prof. Wayan ‘Kun’ Adnyana Resmi Jadi Rektor ISI BALI

Foto: Prof. Dr. I Wayan ‘Kun’ Adnyana, S.Sn., M.Sn. dalam acara Pengambilan Sumpah dan Pelantikan Rektor ISI BALI, Kamis (6/3).

Prof. Dr. I Wayan ‘Kun’ Adnyana, S.Sn., M.Sn dilantik sebagai Rektor Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI) Periode 2025-2029 oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi secara hybrid, Kamis (6/3). Prof. Kun Adnyana bersama undangan, dosen, dan tenaga kependidikan ISI BALI mengikuti prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan dari Auditorium Kirtya Sabha Mahottama ISI BALI.

Prof. Kun Adnyana kembali dipercaya untuk memimpin ISI BALI setelah sebelumnya menjabat sebagai Rektor ISI Denpasar pada periode 2021-2025. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan komitmen untuk terus membawa ISI BALI menjadi institusi seni yang unggul di tingkat nasional dan internasional, serta memperkuat peran seni dan budaya dalam perkembangan akademik dan sosial.

Foto: Prof. Dr. I Wayan ‘Kun’ Adnyana, S.Sn., M.Sn. didampingi rohaniawan dalam acara Pengambilan Sumpah dan Pelantikan Rektor ISI BALI, Kamis (6/3).

Acara pelantikan ini dihadiri oleh berbagai tokoh akademik dan budaya, termasuk Dewan Penyantun ISI BALI yang terdiri dari Prof. Dr. dr. I Wayan Wita, Prof. Dr. I Made Bandem, Drs. Tjokorda Gede Putra Sukawati, Prof. Dr. I Wayan Dibia, Prof. Dr. Gede Arya Sugiartha, Anak Agung Gede Rai, ABG. Satria Narada, Drs. I Ketut Pradnya, Dr. Jean Couteau, Prof. Dr. Loyce Arthur, serta para seniman dan akademisi terkemuka lainnya. Selain itu, acara juga dihadiri oleh Ketua, Sekretaris, dan Anggota Senat ISI BALI, Ketua SPI ISI BALI, para Wakil Rektor, Kepala Biro Umum dan Keuangan, Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, Perencanaan, dan Kerja Sama ISI BALI, serta seluruh jajaran pimpinan fakultas dan program studi di lingkungan ISI BALI.

Foto: Prof. Dr. I Wayan ‘Kun’ Adnyana, S.Sn., M.Sn. bersama undangan, dosen dan tendik ISI BALI dalam acara Pengambilan Sumpah dan Pelantikan Rektor ISI BALI, Kamis (6/3).

Tak hanya para akademisi dan tenaga kependidikan, pelantikan ini juga turut dihadiri oleh perwakilan mahasiswa, termasuk Presiden dan Wakil Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) ISI BALI.

Acara pelantikan ini merupakan rangkaian akhir Pemilihan Rektor ISI BALI yang dimulai dari Penjaringan Bakal Calon, Penyaringan Calon, dan Pemilihan Calon Rektor. Keseluruhan proses telah berjalan teduh, berlangsung demokratis, bersambut antusias, dan membahagia segenap keluarga besar ISI BALI.

 “Atas semua karunia ini, titiang menghaturkan paramabhakti kehadapan Hyang Widhi Wasa, Bhatara-Bhatari yang berstana di Pura Padma Nareswara dan Palinggih Suci, juga kamulyan Hyang Lelangit,” ujarnya.

Rektor Prof  ‘Kun’ Adanyana mengucapkan terima kasih kepada Ketua, Sekretaris, dan seluruh anggota Senat ISI BALI, serta Panitia Pemilihan Rektor Periode Tahun 2025-2029. Begitu juga kepada Menteri Diktisaintek RI, segenap Dewan Penyantun, semua pemimpin dan pinisepuh ASTI, STSI, PSSRD Universitas Udayana, juga ISI Denpasar, Sivitas Akademika ISI BALI, DWP ISI BALI, seluruh kolega, serta sahabat baik lintas bangsa.

Ia mengaku dengan itikad dan tekad teguh, penuh sungguh mengusung cita mulia ISI BALI, mewujud sebagai Perguruan Tinggi Seni, Desain, dan Budaya yang Berkarakter, Unggul, dan Bereputasi Global. Itikad dan tekad teguh ini, terajut sambut gelora kebersamaan. Kita dipertemukan karma baik yang sama. Bergandeng tangan dalam perjuangan cita mulia: ISI BALI Meraya Samasta! Jenama semesta ISI BALI terpatri mewangi zaman.

“Kita telah membangun pedestal kokoh untuk penguatan dan pemajuan ISI BALI dua puluh tahun mendatang, selaras cita bangsa Indonesia Emas,” ujarnya.

Rencana Pengembangan Jangka Panjang ISI BALI 2025-2045 telah ditetapkan dalam Peraturan Rektor ISI Denpasar Nomor 16 Tahun 2024, termaktub pemuliaan ISI BALI sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum. Episentrum artistika-estetika Bali, pemulia kawi-wiku Nusantara, serta poros global perguruan tinggi seni dan desain Asia Pasifik.

Ia telah membentuk Astha Mahacitta Pabali (Delapan Wahana Pewujudan Cita-cita Mulia ISI BALI), yaitu: Bali Citta Swabudaya (pengabdian desa swabudaya), Bali Widya Kahuripan (pendakian suci sastra mula), Bali Citta Pradesa (pengabdian di ruang sakral), Bali Citta Samasta (festival seni alumni), Bali Sangga Dwipantara (festival nasional ISI BALI), Bali Padma Bhuwana (festival internasional ISI BALI), Bali Nata Bhuwana (pemuliaan ISI BALI di ruang global), dan Bali Citta Bhuwana (pengabdian masyarakat internasional).

Empat tahun ini, pihaknya bersama-sama telah mengalami keindahan, telah menyelami kedalaman, serta merayakan kemuliaan ISI BALI sebagai perguruan tinggi seni terdepan di Indonesia. Secara berturut-turut sejak tahun 2022 hingga kini selalu meraih prestasi unggul Indikator Kinerja Utama.

Kepak sayap kapasitas diri dan kelembagaan ISI BALI, telah mewarnai World Expo Dubai 2021; Desain Taman Bali Indah Charlotta Valley di Stupsk, Polandia 2022; Féte De L’Archipel  Paris, Perancis dan Art Moment Bali 2023; Pameran dan Simposium Internasional di Shanghai, China, Bali Night Festival di Astana, Kazakhstan, Cipta Patung Monumental di Kedutaan Besar RI di Atena, Yunani, Art Jakarta, Indonesian Cultural Night di Bangkok, Thailand, ASEAN Arts and Culture Exposition with International Performing Festival di Phetchaburi, Thailand, dan Geidai Festival di Okinawa, serta merajut inovasi bersama Kunitachi Art Collage, di Tokyo, Jepang 2024.

“ISI BALI senyatanya Umah Bersama Kita Semua,” imbuhnya. Seluruh cara pandang dan kerangka pikir dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan diramu padu dalam setiap dialog, diskusi, mimbar akademik, dan ruang-ruang timbang rasa. Tiada batas: apapun jabatan; bagaimana pun kondisi sosial; di mana pun ruang temu; kapanpun kesempatan datang; betapapun waktu mendesak; juga sejauh apapun jarak pemisah, kesungguhan dan fokus memperjuangkan cita-cita tidak pernah surut, justru terus memekar dan menyala. Kebersamaan dan cita mulia kita bagaikan bening air danau purba; hening membasuh bumi, mengawan meneduh langit.

“Masa mendatang merupakan tantangan, maka kita harus senantiasa menjaga hasrat selalu otentik, bervisi kebaruan, melawan klise, meluluh kebekuan, dan melampaui kebakuan. Mari selalu mendoa dan berkarya!” tegasnya. (ISIBALI/Humas)

Pameran Bali-Dwipantara Adirupa Meriahkan Pangurip ISI BALI

Pameran Bali-Dwipantara Adirupa Meriahkan Pangurip ISI BALI

Foto: Menteri Kebudayaan, Dr. Fadli Zon meninjau Pameran Bali-Dwipantara Adirupa V di Nata-Citta Art Space (N-CAS) ISI BALI, Jumat (28/2).

Memeriahkan Pangurip Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI), juga dibuka Festival Nasional Bali-Sangga Dwipatara V bertajuk Charma-Gumi-Chamika (Karisma Semesta Jenama), ditandai Pameran Seni Visual Bali-Dwipantara Adirupa di Nata-Citta Art Space (N-CAS) ISI BALI. Menteri Kebudayaan Fadli Zon dan Wamen Diktisaintek Prof. Fauzan berkesempatan meninjau dan mengapresiasi pameran yang melibatkan 33 perupa nasional ini.

Foto: Menteri Kebudayaan, Dr. Fadli Zon meninjau Pameran Bali-Dwipantara Adirupa V di Nata-Citta Art Space (N-CAS) ISI BALI, Jumat (28/2).

Pada pameran seni visual bertema Bali-Bhuwana-Bindu (Dunia Dalam Rupa Bali) dikurasi Dr. Wayan Suardana dan Dr. Wayan Agus Eka Cahyadi menampilkan karya terbaru seni lukis, patung, keramik, seni objek, dan fesyen seni. Perupa terpilih yang terlibat, yaitu: Wayan Kun Adnyana, Ketut Muka Pendet, Bonus Sudiana, Made Gunawan, Galung Wiratmaja, Wayan Setem, Sujana Suklu, Sujana Kenyem, Wayan Gulendra, Made Bendi Yudha, Made Ruta, Made Sumadiyasa, Made Wiradana, Wayan Karja, Wayan Mudana, Nengah Wirakusuma, Gede Jaya Putra, Wayan Upadana, Dayu Artayani, I Made Sumantra, I Made Suparta, Nyoman Suardina, I B. Candra Yana, Cok Istri Ratna Cora, Bayu Segara, dan Wahyu Indira. Pameran yang dibuka pecinta seni rupa, Nicolaus Kuswanto, pada hari pertama rangkaian Pangurip ISI BALI, Rabu (26/2), akan berlangsung sampai 26 Maret 2025.

Foto: Penerima Penghargaan Nasional Bali-Dwipantara Nata Kerthi Nugraha di Auditorium Kirtya Sabha Mahottama ISI BALI, Jumat (28/2)

Pada penyelenggaraan festival nasional ini, dianugerahkan Penghargaan Nasional Bali-Dwipantara Nata Kerthi Nugraha Tahun 2025, kepada: Bapak Nyoman Rudana (budayawan dan founder Rudana Art Museum), I Nyoman Marsa (Pelukis Modern Bali), Sang Ketut Pesan Sandiyasa (Seniman Seni Pertunjukan Bali), I Gusti Ayu Laksmiyani (Musisi Ternama), dan I Gusti Lanang Oka Ardhika (Seniman Seni Pertunjukan Bali).

Wisuda XXXIII dan XXXIV Tandai Pangurip ISI BALI

Wisuda XXXIII dan XXXIV Tandai Pangurip ISI BALI

Foto: Wisuda Sarjana, Sarjana Terapan, Magister, dan Doktor ISI BALI Semester Gasal Tahun Akademik 2024/2025 di Auditorium Kirtya Sabha Mahottama ISI BALI, Kamis (27/2).

Memaknai Pangurip Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI), Kamis (27/2) dan Jumat (28/2), dilaksanakan Wisuda Sarjana, Sarjana Terapan, Magister, dan Doktor Semester Gasal Tahun Akademik 2024/2025. Acara wisuda ini menginagurasi gelar Sarjana, Sarjana Terapan, Magister, dan Doktor terhadap 504 wisudawan.

Foto: Wisuda Sarjana, Sarjana Terapan, Magister, dan Doktor ISI BALI Semester Gasal Tahun Akademik 2024/2025 di Auditorium Kirtya Sabha Mahottama ISI BALI, Kamis (27/2).

Wisuda perdana ISI BALI ini diikuti 459 wisudawan Program Sarjana dan Sarjana Terapan, sebanyak 32 wisudawan Program Magister, serta 13 wisudawan Program Doktor. Plt. Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni ISI BALI, Dr. AA Gede Rai Remawa, menjelaskan wisuda ISI BALI merupakan altar pengakuan reputasi mahasiswa dalam menuntaskan studi secara bertanggung jawab. Bagi wisudawan program magister dan doktor, momentum inagurasi gelar master dan doktor, menjadi mimbar utama ikrar pembuktian aktualisasi kecakapan-kepakaran seni, desain, dan budaya, serta perjuangan memulia nilai-nilai hakiki kehidupan.

Foto: Wisuda Sarjana, Sarjana Terapan, Magister, dan Doktor ISI BALI Semester Gasal Tahun Akademik 2024/2025 di Auditorium Kirtya Sabha Mahottama ISI BALI, Jumat (28/2).

Wisuda ke-33 secara khusus menyajikan orasi ilmiah oleh Dirjen Saintek Kemdiktisaintek RI, Prof. Ahmad Najib Burhani, bertema: Interkonvergensi Seni-Sains dalam Memperkuat Karakter Bangsa; dan Konsul Kehormatan RI di Gdansk, Polandia, Miroslaw Wawrowski, bertema: Taman Bali Indah Charlotta Valley (Pemuliaan Bali di Tanah Eropa).

Empat Undakan Memulia ISI BALI

Empat Undakan Memulia ISI BALI

Foto: Acara Pangurip ISI BALI di Auditorium Kirtya Sabha Mahottama, Jumat (28/2).

Pemuliaan Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI) telah dilakukan sivitas akademika dan tenaga kependidikan kampus seni kebanggaan Indonesia ini secara bersama-sama, fokus, sungguh-sungguh, utuh, dan terus-menerus. Sejak 2021, arah orientasi dipandu satu cita: ISI BALI Meraya Samasta! Seluruh cara pandang dan kerangka pikir dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan diramu padu dalam setiap dialog, diskusi, mimbar akademik, dan ruang-ruang timbang rasa. ISI BALI telah menemu empat undakan pemuliaan ISI BALI, undakan yang saling terjalin, dari Hulu Mula, Alir Alur, Hilir Luhur, hingga Muara Meraya. Undakan bak parigi batu, yang kokoh, membumi, sekaligus menjangkau langit.

Hulu Mula: membentuk kebijakan berkelanjutan berupa 48 (empat puluh delapan) Peraturan Rektor; penguatan platform pendidikan tinggi seni, desain, dan budaya; pembentukan wahana aktualisasi strategik keluaran pembelajaran dan inovasi cipta/riset; serta fasilitasi keluaran hak kekayaan intelektual, karya ilmiah bereputasi, dan kompetisi riset/cipta. Undak Hulu Mula dibangun berlandaskan hasrat selalu otentik, bervisi kebaruan, melawan klise, meluluh kebekuan, dan melampaui kebakuan.

Alir Alur: mengorganisasi sumber daya dosen dan tenaga kependidikan berdasar kapasitas, kapabilitas, dan reputasi. Memperkokoh kebersamaan, kebersahajaan, dan mental dedikasi. Membangun Astha Mahacitta Pabali (Delapan Wahana Pewujudan Cita-cita Mulia ISI BALI), yaitu: Bali Citta Swabudaya, Bali Widya Kahuripan, Bali Citta Pradesa, Bali Citta Samasta, Bali Sangga Dwipantara, Bali Padma Bhuwana, Bali Nata Bhuwana, dan Bali Citta Bhuwana. Pengarusutamaan perencanaan dan belanja pada pemenuhan sarana prasarana pendidikan (pengadaan komputer desain, alat musik, gamelan, alat media rekam; serta pembangunan Gedung Desain Hub, Lab terpadu, dan berbagai renovasi bangunan gedung). Menumbuhkan kepedulian sosial (welas asih) di lingkungan ISI BALI. Pondasi undak Alir Alur membentang itikad dan tekad bulat, serta lelaku empati dalam menuai cita-cita.

Hilir Luhur: hadir dalam beragam tindakan dan pembuktian kebijakan berkelanjutan (diseminasi hasil pembelajaran, pergelaran seni kolosal, dan pameran karya unggul); aktualisasi kapasitas diri dan kelembagaan (terlibat dalam World Expo Dubai 2021; Desain Taman Bali Indah Charlotta Valley di Stupsk, Polandia 2022; Féte De L’Archipel  Paris, Perancis dan Art Moment Bali 2023; Pameran dan Simposium Internasional di Shanghai, China, Bali Night Festival di Astana, Kazakhstan, Cipta Patung Monumental di Kedutaan Besar RI di Atena, Yunani, Art Jakarta, Indonesian Cultural Night di Bangkok,  Thailand, ASEAN Arts and Culture Exposition with International Performing Festival di Phetchaburi, Thailand, dan Geidai Festival di Okinawa, serta menerima hibah 18 (delapan belas) alat musik dari Kunitachi Art Collage, di Tokyo, Jepang 2024. Undak Hilir Luhur mewujud pembuktian kata dan cita.

Muara Meraya: suksmaning rahayu, ISI BALI meraih penghargaan dan pengakuan global (capaian penghargaan Indikator Kinerja Utama 2022-2023, Anugerah Merdeka Belajar, Anugerah Diktiristek 2022-2023, dan Anugerah Diktisaintek 2024). Muara Meraya memekar dalam rajutan paseduluran global melalui Bali-Global Axis of Arts and Design (B-GAAD) yang diselenggarakan kali pertama pada Oktober 2024. Empat undakan ISI BALI, berikthiar menolak ilusi janji-janji jadi prasasti. Kita bersama, lebih menjunjung cipta dan karya sejati jadi candika reputasi.

Pangurip ISI BALI Sah Menjadi Institut Seni Indonesia Bali

Pangurip ISI BALI Sah Menjadi Institut Seni Indonesia Bali

Foto: acara Pangurip ISI BALI oleh Menteri Kebudayaan, Dr. Fadli Zon dan Menteri Diktisaintek, Prof. Brian Yuliarto dengan menandatangani piagam Pangurip ISI BALI di Auditorium Kirtya Sabha Mahottama, Jumat (28/2).

Internet Seminar Indonesia Denpasar sejak 12 Februari 2025 sah dan resmi telah bertransformasi menjadi Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI). Perubahan ini dimaknai melalui acara Pangurip ISI BALI pada Jumat (28/2) oleh Menteri Kebudayaan, Dr. Fadli Zon dan Menteri Diktisaintek, Prof. Brian Yuliarto dengan menandatangani piagam Pangurip ISI BALI di kampus setempat.

Transformasi kelembagaan ISI BALI ditetapkan melalui Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2025 tentang Perubahan Internet Seminar Indonesia Denpasar menjadi Institut Seni Indonesia Bali (diundangkan dalam Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2025 Nomor 21). Perpres ISI BALI ditandatangani Presiden Prabowo Subianto pada Hari Suci Pagerwesi, Rabu (12/2).

Foto: Menteri Kebudayaan, Dr. Fadli Zon menandatangani piagam Pangurip ISI BALI di Auditorium Kirtya Sabha Mahottama, Jumat (28/2)

Menteri Diktisaintek, Prof. Brian dalam sambutan, mengapresiasi langkah besar yang sedang ditempuh ISI BALI dalam mewujudkan transformasi kelembagaan yang visioner dan strategis. “Bali dan tentunya ISI BALI telah membuktikan bahwa kekayaan seni, desain, dan budaya dapat dikembangkan menjadi industri yang berdaya saing tinggi, bahkan di tingkat global. ISI BALI memegang peran strategis tidak hanya mencetak talenta unggul, tetapi juga dalam membangun ekosistem riset yang kokoh”.

Hal sama juga dinyatakan Menteri Kebudayaan, Dr. Fadli Zon, bahwa transformasi ISI Denpasar menjadi ISI BALI merupakan sebuah langkah monumental guna mempertegas peran ISI BALI sebagai garda depan pemajuan kebudayaan. Lebih dari sekedar penyesuaian nomenklatur, ini adalah sebuah penegasan peran strategis ISI BALI sebagai pusat unggulan seni dan budaya. Sebuah lembaga yang secara konsisten melestarikan, mencipta, memantik dialog, dan turut menempatkan seni dalam dinamika pembangunan.

ISI BALI memiliki potensi besar memperkuat soft power (baca: kebudayaan) di tengah peradaban dunia dan menjadi laboratorium yang menghubungkan tradisi dan inovasi, seni dan teknologi, lokalitas dengan globalisasi. Karya-karya yang lahir dari ISI BALI harus menjadi narasi kebangsaan yang menggema di forum-forum global. Saya percaya, dengan fondasi akademik yang kuat dan peran besarnya dalam ekosistem kebudayaan, ISI BALI akan terus berkembang menjadi perguruan tinggi seni terkemuka di dunia,” tegas wakil ketua DPR RI Periode 2015-2019.

Foto: Acara Pangurip ISI BALI di Auditorium Kirtya Sabha Mahottama, Jumat (28/2).

Rektor ISI BALI, Prof. Wayan ‘Kun’ Adnyana mewakili segenap sivitas akademika ISI BALI menyampaikan syukur karena cita dan doa untuk mewujudkan ISI BALI akhirnya tercapai. Seiring dengan itu, kami mengucapkan  terima kasih yang tinggi kepada Presiden RI, Prabowo Subianto, Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, Menteri Diktisaintek, Brian Yuliarto,  Gubernur Bali, Wayan Koster, serta semua pihak yang telah berkontribusi dalam proses transformasi ISI BALI ini.

Foto: Undangan yang hadirdalam acara Pangurip ISI BALI di Auditorium Kirtya Sabha Mahottama, Jumat (28/2).

Pangurip ISI BALI yang diselenggarakan pada Sidang Senat Terbuka  dihadiri pula Wakil Menteri Diktisaintek, Prof. Fauzan, dan banyak tokoh seni, desain, dan budaya, serta maestro, di antaranya Konjen Australia di Bali, Jo Stevens, Konsul Kehormatan RI di Gdansk, Polandia, Miroslaw Wawrowski, Prof. I Made Bandem, Prof. I Wayan Wita, dan Ketua Asosiasi Museum Indonesia, Putu Supadma Rudana.

Rektor ISI BALI Terima Kunjungan Konsul-Jenderal Australia di Bali Bahas Peluang Kolaborasi Kreatif Bali-Australia

Rektor ISI BALI Terima Kunjungan Konsul-Jenderal Australia di Bali Bahas Peluang Kolaborasi Kreatif Bali-Australia

Foto: Rektor ISI BALI Prof. Wayan ‘Kun’Adnyana bersamaWakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerja Sama, Prof. Komang Sudirga menerima kunjungan Konsul-Jenderal Australia di Bali, Ms. Jo Stevens, beserta Konsul Bidang Diplomasi Publik, Ekonomi, dan Perdagangan, Ms. Amelia Ekkel, di Ruang Rektor ISI BALI, Rabu (19/2).

Rektor Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI), Prof. Wayan ‘Kun’ Adnyana, menerima kunjungan Konsul-Jenderal Australia di Bali, Ms. Jo Stevens, beserta Konsul Bidang Diplomasi Publik, Ekonomi, dan Perdagangan, Ms. Amelia Ekkel, di Ruang Rektor ISI BALI, Rabu (19/2). Kunjungan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat hubungan antara ISI Bali dan berbagai institusi seni di Australia.

Foto: Rektor ISI BALI Prof. Wayan ‘Kun’Adnyana menerima kunjungan Konsul-Jenderal Australia di Bali, Ms. Jo Stevens, beserta Konsul Bidang Diplomasi Publik, Ekonomi, dan Perdagangan, Ms. Amelia Ekkel, di Ruang Rektor ISI BALI, Rabu (19/2).

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat tersebut, Rektor ISI Bali didampingi Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerja Sama, Prof. Komang Sudirga. Kedua pihak membahas peluang kerja sama strategis di bidang seni, budaya, dan pendidikan, dengan tujuan memperluas akses serta memperkaya pengalaman akademik dan profesional bagi mahasiswa serta dosen.

Foto: Rektor ISI BALI Prof. Wayan ‘Kun’Adnyana menerima cendera mata dari Konsul-Jenderal Australia di Bali, Ms. Jo Stevens di Ruang Rektor ISI BALI, Rabu (19/2).

Salah satu topik utama yang dibahas dalam pertemuan ini adalah peluang beasiswa bagi mahasiswa ISI BALI untuk melanjutkan studi di Australia. Selain itu, diskusi juga mencakup penyelenggaraan program short course serta program residensi dan magang di berbagai institusi seni terkemuka di negeri kangguru tersebut.

Foto: Rektor ISI BALI Prof. Wayan ‘Kun’Adnyana bersamaWakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerja Sama, Prof. Komang Sudirga menerima kunjungan Konsul-Jenderal Australia di Bali, Ms. Jo Stevens, beserta Konsul Bidang Diplomasi Publik, Ekonomi, dan Perdagangan, Ms. Amelia Ekkel, di Ruang Rektor ISI BALI, Rabu (19/2).

Konsul-Jenderal Australia, Ms. Jo Stevens, menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dari ISI BALI serta menekankan pentingnya kerja sama dalam bidang seni dan budaya sebagai jembatan diplomasi antara kedua negara. Ia juga menyoroti potensi besar kolaborasi antara ISI BALI dengan berbagai institusi seni di Australia dalam meningkatkan pertukaran pengetahuan dan pengalaman antar seniman serta akademisi.

Sementara itu, Rektor ISI BALI, Prof. Wayan ‘Kun’ Adnyana, menyambut baik berbagai inisiatif kerja sama yang diusulkan. Menurutnya, keterlibatan ISI BALI dalam jaringan seni internasional, khususnya dengan Australia, akan semakin memperkuat posisi institusi ini dalam kancah seni global. “Kami sangat antusias dengan potensi kerja sama ini, yang tidak hanya membuka peluang akademik bagi mahasiswa dan dosen, tetapi juga memperkuat diplomasi budaya antara Indonesia dan Australia,” ujar Prof. Kun Adnyana.(ISIBALI/Humas)

Loading...