Kesenian Bali, terutama arsip perlu diselamatkan, caranya dengan mengalihmediakan arsip tersebut dari media manual ke media modern sesuai perkembangan zaman. Melalui Memorandum of Understanding (MoU) antara Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar dengan Sekolah Tinggi Ilmu Komputer (STIKOM) Bali, diharapkan mampu menyelamatkan arsip yang terseimpan di ISI Denpasar pada khususnya. Demikian dikatakan oleh Rektor ISI Denpasar, Prof. Dr. I Gede Arya Sugiartha, usai penandatangan MoU dengan STIKOM Bali, di Kampus STIKOM Bali Denpasar, Selasa (25/4) kemarin.
Arya Sugiartha mengakui, ISI Denpasar menyimpan cukup banyak arsip berupa rekaman mulai dari awal berdirinya ISI Denpasar. Menurutnya, jika tidak segera dialih mediakan, arsip yang notabene mengandung nilai sejarah tersebut akan hilang begitu saja. “Dulu medianya masih manual seperti piringan hitam dan hetamex. Sekarang dimana nyari player nya? Karena itu kami sangat membutuhkan kerjasama ini. Kami punya materinya, STIKOM yang bertugas mengalih mediakan, karena mereka punya ilmunya.” terang Arya Sugiartha.
Ia menambahkan, dokumen kebudayaan Bali yang sudah berhasil dialihmediakan harus dijaga dan dirawat dengan baik. Pihaknya berjanji akan melaksanakan hal tersebut, dengan tujuan memudahkan generasi muda mempelajari sejarah Bali tempo dulu. “Selanjutnya tugas kami tentu mempertahankan dokumen itu agar awet. Melalui teknologi, kita lindungi itu semua. Kami pasti lanjutkan kerjasama yang sangat baik ini,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama Ketua STIKOM Bali Dr. Dadang Hermawan menyampaikan, STIKOM dan ISI Denpasar, adalah perguruan tinggi yang sama-sama terletak di Bali. Terlebih menurutnya, kebudayaan adalah tulang punggung Bali, yang menjadikan Bali tersohor di mata internasional. Sehingga menurutnya, STIKOM Bali memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi melestarikan kebudayaan tersebut. “Kami sekolah IT yang berkomitmen ikut menunjang atau memajukan budaya Bali dengan bantuan alat teknologi sesuai keahlian kami.” tutur Dadang.
Lebih lanjut, Dadang menambahkan, STIKOM Bali telah sukses ‘memulangkan’ ratusan dokumen kebudayaan Bali yang tersimpan di luar negeri, khususnya di Amerika Serikat. Ia mengaku butuh kerja keras untuk memulangkan dokumen dalam bentuk video maupun foto tersebut. “Dokumen yang telah kami pulangkan mengenal kondisi Bali di tahun 1928. Untuk memulangkannya, harus ada kerjasama dulu dengan salah satu universitas di sana. Hasilnya langsung kami pamerkan, tadi Pak Wagub Bali juga sudah melihat langsung,” tutup Dadang.
Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar kembali menerima kunjungan dari Okinawa Prefectural University of Arts yang dipimpin oleh Hitami Katagiri (Department of Vocal Music) bertempat di Lounge Room Gedung Rektorat kampus setempat, Jumat (21/4) kemarin. Kedatangan Hitami Katagiri kali ini disambut langsung oleh Rektor ISI Denpasar (Prof. Arya Sugiartha) yang didampingi oleh Wakil Rektor IV (I Ketut Garwa) beserta jajarannya. Pertemuan kali ini membahas tentang rencana pelaksanaan Workshop Musik & Vocal Musik yang akan dilaksanakan pada Selasa, 25 April serta Mini Concert Collaboration dengan Program Studi Musik pada hari Rabu, 26 April berlokasi di Gedung Candra Metu kampus setempat.
Selain membicarakan tentang workshop dan konser kolaborasi, dalam pertemuan ini Rektor ISI Denpasar menyampaikan ucapan terima kasih atas kedatangan dari Okinawa Prefectural University of Arts dan berharap agar kedepannya Hitomi Katagiri bisa menjadi visiting professor di ISI Denpasar untuk membagi pengetahuannya di bidang musik.
Internet Seminar Indonesia Denpasar, MENGGELAR DHARMA SANTHI HARI RAYA NYEPI ICAKA 1939, DI GEDUNG NATYA, KAMPUS SETEMPAT, PAGI TADI. DHARMA SANTHI, JUGA DIISI PENGENALAN REKTOR BARU ISI DENPASAR MASA BAKTI TAHUN 2017-2021.
Sumber : https://bali.antaranews.com/berita/104410/isi-siapkan-drama-tari-musikal-buka-pkb
Denpasar (Antara Bali) – Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar menyiapkan garapan drama tari musikal “Gurnita Murti” berjudul “Kresna Dwipayana” untuk pembuka Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-39 Tahun 2017.
“Drama tersebut mengisahkan penyusun epos Mahabrata, Begawan Byasa, dengan mengusung tema PKB tahun ini yakni Ulun Danu atau Air Sumber Kehidupan,” kata Pembantu Rektor IV ISI, I Ketut Garwa, S.Sn.,M.Sn, di Denpasar, Sabtu.
Ketika mewakili Rektor ISI Denpasar, Prof Dr. I Gede Arya Sugiartha, S.SKar., M.Hum, di sela-sela persiapan latihan pementasan itu, ia mengatakan pementasan tersebut tetap mempertahankan tradisi yang menjadi kearifan lokal budaya Bali dengan kolaborasi dengan kesenian lainnya.
Upaya tersebut untuk menampilkan karya baru sehingga menjadi kejutan kepada para penonton maupun masyarakat Bali yang akan menghadiri acara pembukaan yang akan digelar di panggung terbuka Arda Candra, Art Center Denpasar tersebut.
“Kegiatan tersebut akan menjadi pertunjukan inovasi dan kreativitas yang dilakukan lembaga pendidikan ISI Denpasar yang memiliki visi menjadi kampus sebagai pusat unggulan dalam bidang seni budaya yang berbasis kearifan lokal dan berwawasan universal,” katanya.
Untuk itu, pihaknya akan menampilkan pertunjukkan yang terbaik yang melibatkan semua civitas akademika ISI Denpasar.
Pihaknya juga mendapatkan tugas untuk menarikan tari kebesaran Provinsi Bali yang berjudul “Bali Dwipa Jaya” maupun paduan suara beserta instrumen pendukung untuk menghibur para tamu dan menyanyikan lagu “Indonesia Raya”.
Selain itu, pihaknya sedang mengonsep pembukaan PKB agar sesuai dengan tema yang diusung dalam acara yang diharapkan dibuka Presiden Joko Widodo, sehingga acaranya akan memiliki kesan yang berbeda dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.
ISI Denpasar juga mendapatkan kesempatan menarikan tari sambutan pada pawai berjudul “Siwanataraja” dan pertunjukan garapan “Ketug Bumi” yang melibatkan 225 orang penabuh dari beragam jenis musik pukul.
Untuk itu, pihaknya telah mengadakan pelatihan dan persiapan sejak tanggal 16 Maret 2017 untuk memaksimalkan latihan dan pemilihan peran yang sesuai dengan lakon.
Ia mengharapkan dukungan semua pihak agar kegiatan tersebut dapat berjalan dengan baik yang akan berdampak terhadap citra Bali dalam mempertahankan kelestarian budaya dan sebagai daerah tujuan wisata (DTW), baik lokal, nasional maupun internasional.
Selain itu, masyarakat juga tetap memberikan kritik dan saran yang membangun dalam penyelenggaran PKB pada tahun-tahun mendatang, khususnya dalam menerapkan pola-pola pementasan karya seni yang ditampilkan selama kegiatan berlangsung. (WDY)
Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi M. Nasir, Rabu (22/3) setara resmi melantik Prof. Dr. I Gede Arya Sugiartha, S.Skar, M.Hum sebagai Rektor Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar periode 2017-2022 di Auditorium Gedung D Kemenristekdikti, Kantor Kementrian Teknologi dan Pendidikan Tinggi di Jakarta. Rektor Prof. Arya Sugiartha resmi menjabat sebagai pimpinan lembaga seni satu-satunya di Bali, setelah terpilih melalui pemilihan rektor beberapa waktu lalu. Selain Rektor ISI Denpasar, dalam pelantikan tersebut juga dihadiri jajaran petinggi ISI Denpasar diantaranya Wakil Rektor I, II, III dan IV serta beberapa dosen. Selain mengangkat pejabat Perguruan Tinggi Negeri (PTN), Kementerian juga melantik pejabat Koordinator Kopertis dan Pejabat pengawas di lingkungan Kemenristekdikti.
Saat dihubungi Prof. Arya mengatakan lembaga seni yang dipimpinnya akan fokus menuntaskan visi ISI Denpasar hingga 2020. Yaitu meniadi pusat unggulan (Centre of Exellence) seni budaya berbasis kearifan lokal berwawasan universal. “Karena harapannya tahun 2018 seluruh prodi mencapai akreditasi A termasuk prodi baru Film dan TV ISI Denpasar. Begitupula dengan akreditasi institusi yang ditargetkan dapat mencapai nilai A,” ucap Prof. Arya.
Lebih lanjut dikatakan, dengan pencapain visi 2020 harus tercapai, dan seterusnya 2020 kita mesti menyiapkan visi yang baru, sudah seharusnya kita genjot terus segala program. “Sekarang kita bermain kualitas, setelah prasarana infrastruktur seperti tempat perkulihan, gedung sudah terpenuhi, prodi kita tingkatkan akreditasi, ada 9 prodi yang pre-akreditasi dan sedang diusulkan, ditambah perbaikan-perbaikan, penciptaan dan karya tulis. Mudah-mudahan untuk mencapai institusi yang. unggul dan lulusan berkualitas, mudah -mudahan bisa tercapai,” bebernya.
Untuk persaingan, Prof. Arya menyatakan perguruan tinggi seni di Indonesia ada 11, dan ISI Denpasar termasuk tiga besar Perguruan Tinggi Seni lndonesia , yaitu bersama ISI Yogyakarta dan ISI Solo, jadi ISI Denpasar memiliki keunggulan tersendiri. “Kita bersaing, karena setiap perguruan tinggi seni memiliki kelebihan atau keunggulan tersendiri, apalagi Bali memiliki akar budaya yang kuat, dan dikenal budaya yang kita miliki sebagai magnet pariwisatanya,” ujarnya.
Sementara itu, Prof. Arya mendapat pesan dari Menristekdikti agar seni bisa dimanfaatkan untuk mendukung pariwisata. “Pak menteri berpesan agar ISI Denpasar mampu melahirkan seniman-seniman handal, kreatif dan tentunya ISI mampu membuat program-program baru,” katanya. Sebagai daerah tujuan pariwisata, ISI Denpasar memang memiliki keunggulan dimana seni paling menonjol, untuk itu Pak Menteri minta agar ISI terdepan mencetak seniman-seniman yang kreatif dan mampu menjaga khasanah pelestarian budaya yang kita miliki.